sinar matahari telah terganti pekatnya langit malam..
dia melangkah, pergi seakan tak peduli..
setelah melihat seseorang yang selama ini dia percaya,
bersama seorang wanita..laki laki tak setia.
namun ketika dia menginjak pedal gas sekuatnya,
dalam pikiran semua bercampur.
perasaan saling beradu.
tanpa sedikit pun memberi ruang pada logika..
tenggorokannya seakan ditusuk
tapi air yg mengalir hangat dari mata bukan jawaban..
lalu dia mencoba tenang, dan bertanya 'mengapa'?
laki laki itu menjelaskan..tapi tak terdengar seperti sebuah jawaban
dia kalap..
cahaya berkelebat seperti kilat..
mengaburkan pandangan,pikiran,dan perasaan..
..
ah..sekarang hanya Tuhan dan dia yang mengerti..
mengapa saat itu tak diambilNya nyawa ini.
karena jika tidak..
akan selalu ada maaf yang tak terucap
No comments:
Post a Comment